Bagi orang mukmin memiliki sikap dan mental mulia adalah harapan dari semua umat islam. Apa lagi bisa menerapkan semangat keislamannya ke orang mukmin lainnya. Adapaun semangat yang perlu kitularkan dan diperjuangkan adalah semangat 5 H, yaitu:
1.Bersatu dalam AkidaH
2.Toleransi dalam KhilafiyaH
3.Berjamaah dalam IbadaH
4.Profesional dalam mengemban AmanaH
5.Sopan dan bijak dalam MusyawaraH
Sabtu, 05 Februari 2011
Rabu, 02 Februari 2011
RAHASIA JADI KAYA DENGAN JALAN PINTAS
Orang sering berpikir dan merasa putus asa karena ingin kaya dan sudah bekerja keras, akan tetapi tidak kunjung berhasil dan jadi kaya. Sebenarnya apa penyebab dan rahasia cepat jadi itu bagaimana?
Penyebab tidak berhasil dan lama jadi kayanya:
1. Tidak Fokus atau kurang kuatnya keinginan jadi kaya dan tidak belajar serta yakin bagaimana menjadi orang kaya.
2. Kurang bersyukur dan tidak mau bekerja lebih pada saat mendapatkan keberhasilan.
3. Tidak mau berbagi atau sedekah. padahal relasi terbangun jika kita senang berbagi atau membatu kesulitan orang lain.
5 Rahasia Jadi Kaya dengan Jalan Pintas:
1. Iklas kepada Allah / Sang Kholik / Pencipta, dengan begitu hati kita selalu tenang dan lapang. apa korelasinya, jika kita bete atau kurang mut, bahkan sering marah marah akan berimbas kurangnya koneksi atau menggangu hubungan kerjasama dengan orang lain. maka buntulah bisnis kita atau dukungan kita jika kita mau menjabat. Maka jadilah pribadi yang sopan, banyak senyum. intinya adalah dimiliki oleh orang-orang yang Iklas.
2. Senang Bersyukur. Kareana Orang-orang yang senang bersyukur adalah orang yang bisa menikmati hidup dan orang-orang yang selalu bersemangat, serta bergairah dalam hidupnya.
3. Bertawakhal artinya orang yang selalu berusaha dan tidak pernah menyerah terhadap keadaan. orang-orang seperti ini segala hambatan / rintangan merupakan proses pembelajaran bagi mereka untuk sukses dan kaya.
4. Berangan-angan / bermimpi. Seseorang harus memiliki mimpi jika perlu ditulis keinginya, agar pada waktu kita tidak fokus lagi ketujuan, maka kita bisa kembali ketujuan semula (Mimpi jadi kaya).
5. Sedekah /Beramal. Orang yang gemar sedekah adalah orang-orang kaya jadi jika ingin jadi kaya maka segeralah bersedekah. karena bersedekah tidak menjadikan kita miskin melainkan sebaliknya. Coba kita lihat orang pergi ke orang pintar, sebenarnya dia bersedekah dengan memberi imbalan ke orang itu padqahal dia salah, karena sudah sirik / tidak percaya kepada Allah. yang benar berikan kepada mereka yang butuh malah kita semakin kaya dan hati kita tenang bisa membatu orang lain.
Penyebab tidak berhasil dan lama jadi kayanya:
1. Tidak Fokus atau kurang kuatnya keinginan jadi kaya dan tidak belajar serta yakin bagaimana menjadi orang kaya.
2. Kurang bersyukur dan tidak mau bekerja lebih pada saat mendapatkan keberhasilan.
3. Tidak mau berbagi atau sedekah. padahal relasi terbangun jika kita senang berbagi atau membatu kesulitan orang lain.
5 Rahasia Jadi Kaya dengan Jalan Pintas:
1. Iklas kepada Allah / Sang Kholik / Pencipta, dengan begitu hati kita selalu tenang dan lapang. apa korelasinya, jika kita bete atau kurang mut, bahkan sering marah marah akan berimbas kurangnya koneksi atau menggangu hubungan kerjasama dengan orang lain. maka buntulah bisnis kita atau dukungan kita jika kita mau menjabat. Maka jadilah pribadi yang sopan, banyak senyum. intinya adalah dimiliki oleh orang-orang yang Iklas.
2. Senang Bersyukur. Kareana Orang-orang yang senang bersyukur adalah orang yang bisa menikmati hidup dan orang-orang yang selalu bersemangat, serta bergairah dalam hidupnya.
3. Bertawakhal artinya orang yang selalu berusaha dan tidak pernah menyerah terhadap keadaan. orang-orang seperti ini segala hambatan / rintangan merupakan proses pembelajaran bagi mereka untuk sukses dan kaya.
4. Berangan-angan / bermimpi. Seseorang harus memiliki mimpi jika perlu ditulis keinginya, agar pada waktu kita tidak fokus lagi ketujuan, maka kita bisa kembali ketujuan semula (Mimpi jadi kaya).
5. Sedekah /Beramal. Orang yang gemar sedekah adalah orang-orang kaya jadi jika ingin jadi kaya maka segeralah bersedekah. karena bersedekah tidak menjadikan kita miskin melainkan sebaliknya. Coba kita lihat orang pergi ke orang pintar, sebenarnya dia bersedekah dengan memberi imbalan ke orang itu padqahal dia salah, karena sudah sirik / tidak percaya kepada Allah. yang benar berikan kepada mereka yang butuh malah kita semakin kaya dan hati kita tenang bisa membatu orang lain.
Sabtu, 18 Desember 2010
CARA SUKSES PARIPURNA
Pada zaman Rasulullah sudah banyak contoh nyata dari mereka yang sukses dunia namun gagal di akhirat, diantaranya Abu Lahab dan Abu Jahal. Mereka pemuka kaum Quraisy, dihormati dan disegani. Harta dan kekayaan mereka pun melimpah ruah. Tapi kesuksesan dunia mereka tidak diikuti dengan kesuksesan akhirat. Sudah jelas dalam al-Quran dan hadits yang menyebutkan kalau mereka adalah penghuni api neraka.
Namun tidak sedikit pula contoh mereka yang sukses dunia dan sukses akhirat. Abdurahman bin Auf adalah seorang saudagar yang kaya namun termasuk dalam daftar 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Begitu pula dengan Abu Bakar dan Ustman bin Affan. Kredibilitas mereka sebagai pedagang yang sukses tidak diragukan lagi, dan mereka juga termasuk dalam 10 sahabat Nabi yang dijamin surga.
Pilihannya sekarang ada pada diri kita, mau sukses dunia saja atau mau sukses dunia akhirat. Sungguh rugi orang yang sukses dunia namun gagal di akhirat. Apalagi bagi mereka yang gagal dunia dan gagal juga di akhirat. Bila kita memilih sukses dunia dan sukses akhirat, maka insyaallah dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh Allah akan membukakan jalan bagi kita dan memberikan petunjuk. Bahkan Rasulullah sendiri dan para sahabat telah memberikan contoh kepada kita untuk bisa memperoleh keduanya.
Yang perlu diingat, sukses yang dicita-citakan itu tidak mungkin terwujud tanpa amalan. Sukses yang diidam-idamkan tentunya harus diikuti dengan kerja keras. Pula, selain ikhtiar menjemput rezeki, masih ada amalan penyeimbang yang harus dilakukan agar rezeki yang kita peroleh menjadi berkah dan berlipat-lipat. Apalagi bagi umat Islam bekerja itu adalah ibadah.
Di samping amalan, ada juga doa-doa sebagai penopang kekuatan diri kita sebagai hamba yang penuh keterbatasan. Tiada daya tiada upaya melainkan dengan pertolongan Allah. Lewat doa, maka Allah akan menolong setiap urusan kita dan memberikan kekuatan tambahan pada kita dalam bekerja, beramal, dan beribadah.
”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS al-Baqarah [2]: 186)
Itulah sebabnya sebagai orang beriman, doa wajib kita lakukan. Dalam firman-Nya yang lain Allah sangat menegur keras orang yang berikhtiar tanpa berdoa.
”Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”.” (QS al-Mukmin [40]: 60)
Jangan hanya bekerja demi mendapatkan uang, karena akhirnya hanya uang yang akan kita peroleh. Bekerjalah demi meraih cinta dan ridha Allah. Bekerja jangan pula hanya untuk kebutuhan diri sendiri, tapi bekerjalah juga untuk kebaikan orang lain. Tunjukkanlah bahwa kita adalah para pahlawan bangsa yang berjuang lewat pekerjaan kita, karena pejuang pada zaman sekarang bukanlah orang yang mengangkat senjata, melainkan orang yang bekerja dan berusaha menafkahi keluarga dengan tetesan keringat. Semoga dengan begitu Allah meridhai setiap amal perbuatan kita. Amin.
Namun tidak sedikit pula contoh mereka yang sukses dunia dan sukses akhirat. Abdurahman bin Auf adalah seorang saudagar yang kaya namun termasuk dalam daftar 10 sahabat Nabi yang dijamin masuk surga. Begitu pula dengan Abu Bakar dan Ustman bin Affan. Kredibilitas mereka sebagai pedagang yang sukses tidak diragukan lagi, dan mereka juga termasuk dalam 10 sahabat Nabi yang dijamin surga.
Pilihannya sekarang ada pada diri kita, mau sukses dunia saja atau mau sukses dunia akhirat. Sungguh rugi orang yang sukses dunia namun gagal di akhirat. Apalagi bagi mereka yang gagal dunia dan gagal juga di akhirat. Bila kita memilih sukses dunia dan sukses akhirat, maka insyaallah dengan ikhtiar yang sungguh-sungguh Allah akan membukakan jalan bagi kita dan memberikan petunjuk. Bahkan Rasulullah sendiri dan para sahabat telah memberikan contoh kepada kita untuk bisa memperoleh keduanya.
Yang perlu diingat, sukses yang dicita-citakan itu tidak mungkin terwujud tanpa amalan. Sukses yang diidam-idamkan tentunya harus diikuti dengan kerja keras. Pula, selain ikhtiar menjemput rezeki, masih ada amalan penyeimbang yang harus dilakukan agar rezeki yang kita peroleh menjadi berkah dan berlipat-lipat. Apalagi bagi umat Islam bekerja itu adalah ibadah.
Di samping amalan, ada juga doa-doa sebagai penopang kekuatan diri kita sebagai hamba yang penuh keterbatasan. Tiada daya tiada upaya melainkan dengan pertolongan Allah. Lewat doa, maka Allah akan menolong setiap urusan kita dan memberikan kekuatan tambahan pada kita dalam bekerja, beramal, dan beribadah.
”Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS al-Baqarah [2]: 186)
Itulah sebabnya sebagai orang beriman, doa wajib kita lakukan. Dalam firman-Nya yang lain Allah sangat menegur keras orang yang berikhtiar tanpa berdoa.
”Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina”.” (QS al-Mukmin [40]: 60)
Jangan hanya bekerja demi mendapatkan uang, karena akhirnya hanya uang yang akan kita peroleh. Bekerjalah demi meraih cinta dan ridha Allah. Bekerja jangan pula hanya untuk kebutuhan diri sendiri, tapi bekerjalah juga untuk kebaikan orang lain. Tunjukkanlah bahwa kita adalah para pahlawan bangsa yang berjuang lewat pekerjaan kita, karena pejuang pada zaman sekarang bukanlah orang yang mengangkat senjata, melainkan orang yang bekerja dan berusaha menafkahi keluarga dengan tetesan keringat. Semoga dengan begitu Allah meridhai setiap amal perbuatan kita. Amin.
Langganan:
Postingan (Atom)