Selasa, 28 September 2010

Rencana Menju Sukses

Siapkan diri anda berbuat
“Step up your strategic plan, buatlah rencana strategis Anda ke depan, setelah itu, buatlah network yang kuat.
Tentukan apa MIMPI Anda ke depan. Lalu buatlah lompatan demi lompatan dalam hidup Anda. You have something different with other.

Dengan cara menentukan:
Passion = Hasrat atau Hobi atau ketertarikan anda akan sesuatu.
Talent = Bakat atau keunggulan anda terhadap sesuatu hal/bidang.
Association = Asosiasi/sekumpulan orang yang bisa membantu kesuksesan anda.
Action = Tindakan Nyata
Faith = Keyakinan, Percaya Diri
Success = Kesuksesan yang anda inginkan.
Sedekah = Berbagi ilmu, harapan, dan Berbagi kebajikan kesesama (Zakat)

Ingatlah sukses bukanlah tujuan, bukan pula perjalanan. Sukses adalah mindset positif, untuk itu anda harus berpikir positif seperti:
1.Big picture thinking bukan small thinking
Cara berpikir ini menjadikan mereka terus belajar, banyak mendengar dan terfokus sehingga
cakrawala mereka menjadi luas.
2.Focused thinking bukan scattered thinking
Sehingga dapat menghemat waktu dan energi, loncatan-loncatan besar dapat mereka raih.
3.Creative thinking bukan restrictive thinking
Proses berpikir kreatif ini meliputi: think-collect-create-correct-connect.
4.Realistic thinking bukan fantasy thinking
Memungkinkan mereka meminimalkan risiko, ada target & plan, security, sebagai Katalis dan memiliki Kredibilitas.
5.Strategic thinking bukan random thinking
Sehingga simplifies, customize, antisipatif, reduce error and influence other dapat dilakukan.
6.Possibility thinking bukan limited thinking
Mereka dapat berpikir bebas dan menemukan solusi bagi situasi yang dihadapi.
7.Reflective thinking bukan impulsive thinking
Memungkinkan mereka memiliki integritas, clarify big picture, confident decision making.
8.Innovative thinking bukan popular thinking
Menghindari cara berpikir yang awam untuk meraih sesuatu yang lebih baik.
9.Shared thinking bukan solo thinking
Berbagi pemikiran dengan orang lain untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.
10.Unselfish thinking bukan selfish thinking
Memungkinkan mereka berkolaborasi dengan pemikiran orang lain.
11.Bottom line thinking bukan wishful thinking
fokus pada hasil sehingga dapat meraih hasil berdasarkan potensi pemikiran yang dimiliki.

Senin, 08 Maret 2010

MANFAAT UANG TERHADAP ANAK

Manfaat uang saku tak hanya mengenalkan kemampuan mengelola keuangan, menuntut tanggungjawab, komitmen dan kedisiplinan anak.

Istilah Terlalu cepat memperkenalkan pengelolaan uang pada anak bisa dikatakan kurang tepat. Pengelolaan uang berati juka memperkenalkan nilai uang itu sendiri, dengan membuat anggaran, serta menabung. Semakin cepat anak tau, maka akan semakin siap mengelola keuangannya secara mandiri. Kebiasaan anak mempergunakan uang, kelak akan mempengaruhi kemampuannya mengelola keuangan. untuk itu orang tua harus mendidik anaknya mulai dari hal yang paling sederhana yaitu bagaimana cara memanfaatkan uang saku itu dengan benar.

Pemberian uang merupakan sarana pembelajaran anak terhadap tanggungjawab, komitmen, dan perhitungan sederhana. Tanggungjawab untuk menyimpan uang dan membuat keputusan sendiri penggunaannya. Agar pembelajarannya tercapai anak harus diberikan pengertian terdahulu bahwa uang yang diterima memiliki masa waktu tertentu (harian, Mingguan, bahkan bulanan). Dengan demikian anak harus berkomitmen untuk tidak meminta lagi sebelum masa waktunya tiba, meski uang sudah habis

Pada anak usia awal sekolah dasar, sudah mulai belajar perhitungan sederhana. Sehingga anak belajar mengambil keputusan untuk menentukan membeli A atau B, dan anak sudah dapat menimbang-nimbang. Apakah akan menyisakan uang sakunya hingga akhir pekan, atau menghabiskannya selalam beberapa hari di sekolah. Apakah ia akan menabung, atau langsung menghabiskan seluruh uangnya untuk sekali belanja!

Jika anak tidak terbiasa mengelola uang saku, dampaknya akan terlihat ketika tinggal terpisah dari orang tuanya. Misalnya ketika anak kuliah diluar kota dan dia harus kost, atau anak SMK PGRI 3 KOTA MALANG yang menjalankan Prakerin di Luar Kota selama 1 th. Anak akan kikuk dalam mengelola uang sakunya, atau pada saat menerima gaji pertaanya kelak. Pada hal semasa sekolah anak tidak pernah dididik memegang uang saku bulanan.

Pemberian uang saku secara reguler merupakan cara yang baik bagi anak untuk belajar tentang nilai uang dan sekaligus menumbuhkan kemampuan mengontrolnya. Selain itu mengajarkan tanggung jawab dan disiplin sejak dini. Namun sebelum memberikan uang saku kepada anak, orang tua perlu mempertimbangkan kebutuhan anak. Karena ada kemungkinan anak belum membutuhkan uang saku.

Senin, 15 Februari 2010

Kenangan di Bali - Tanah Lot


Menyenangkannya rekreasi bersama pasangan. Untamanya ditempat yang diakui oleh masyarakat dunia, khususnya Bali (Pulau Dewata). Memang sudah lama akan tetapi jika kita bisa melakukan lagi rasa kebersamaan ditempat lain / berlibur ditempat rekreasi yang menyenangkan dan kita inginkan.

Perasaan kasih sayang atau curahan hati ke pasangan kita akan bertambah. Hal ini terkadang tidak dilakukan meski kita ada waktu dan punya uang. Malah kita berpikir bagaimana kita refresing bukan dengan keluarga dan menganggap kepenatan yang dirasakan akan hilang bersama orang lain, padahal itu salah.